Pengalaman Sendiri Ke tempat Wisata

Pengalaman Pergi Ke Kuta Bali
untitled-1Wisata ke Pantai Bajul Mati saat Libur Sekolah
Sudah sejak seminggu lalu pas ramadhan rangtuaku berencana untuk liburan ke pantai kuta bali , mengingat aku dan kakak sedang liburan ramadhan, sekaligus sebagai hadiah karena ulang tahun mamam
Jam masih menunjukkan pukul 04.56 pagi, tapi aku dan keluarga sudah bersiap pergi ke pantai Bajul Mati. Kami berangkat sepagi ini karena jarak dari rumah ke pantai sekitar 3 jam perjalanan. Untuk mengganjal perut kami, ibu telah menyiapkan roti isi telur favoritku.
Perjalanan kami tempuh menggunakan mobil. Dalam mobil ada aku, adik perempuanku, ayah dan ibu. Aku dan kakak  membawa handphone  untuk berfoto-foto selfie didalam mobil bersama ayah dan ibuku
Tak terasa 3 hari sudah berlalu. Kami mulai memasuki daerah pelabuhan penyebarangan pulau jawa ke bali . Aku dan kakak mulai memperhatikan pemandangan dengan seksama. Kami terpesona karena melihat hamparan  laut di bawah yang begitu indah. 
Akhirnya kami sekeluargapun langsung pergi dan  tiba di Pantai Kuta bali .Kami segera menuju ke gazebo kecil yang ada di beberapa lokasi pantai. Sambil menikmati angin laut, kami makan bersama dulu. Menu kami kala itu adalah ayam goreng dan sosis. Memang masakan ibuku rasanya enak sekali.
Aku tidak bisa berhenti takjub melihat indahnya pantai ini. Pantai Kuta bali  memang terkenal,  Namun pantainya masih sangat bersih yang membuat kami sekeluarga nyaman.
Aku dan kakakku ku tak sabar untuk bermain, jadi kami langsung berlari ke arah tepi pantai. Kami tidak mengindahkan perkataan ibu yang menyuruh kami memakai sunblock terlebih dahulu. Rasanya segar ketika air laut mengenai kaki kami.
Di tepi pantai aku menemukan ranting kayu yang panjang. Akhirnya aku ambil dan menyeretnya sepanjang perjalan. Setelah berjalan beberapa saat kami sampai di muara, yaitu tempat pertemuan air sungai dan air laut. Kami berhenti dan melihat ke belakang, terlihat garis panjang di pasir hasil ranting kayu yang aku seret daritadi. Entah kenapa aku dan adikku merasa garis tersebut sangat keren. Selanjutnya kami memutuskan untuk berenang dulu di muara. Karena arusnya tenang tidak seperti di laut.
Kami berenang sekitar 15 menitan, sebelum orangtua kami memanggil, menyuruh kami ke tepi laut. Kami sekeluargapun bermain air. Ayah mengajak kami duduk bersila membelakangi laut. Saat ombak datang kami terseret ke pantai. Rasanya sangat seru, karena kita tidak melihat kapan ombak datang. Sementara ibu hanya bermain air di tepi pantai dan memotret kami melalui kameranya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lirik LAGU IWAN FALS BENTO DAN MAKNA NYA

Resep Risoles Masakan MAMA