Karya Ilmiah Manfaat Cacing Bagi Kesehatan + Data Stastitika SPSS
Manfaat
Cacing Dalam Kesehatan
Disusun
Oleh:Irvan Rizky Asrian
Sekolah
Menengah Atas Negeri Jakarta
2016
Abstraksi
Laporan
Penilitian ini menjelaskan tentang Jenis cacing yang bermanfaat bagi kehidupan.
Serta fungsi-fungsi dan khasiat yang diperoleh dari cacing tanah. Cacing
berfungsi sebagai penyubur tanah dan ada juga jenis cacing yang berfungsi
sebagai obat bagi kesehatan manusia.
Kata Pengantar
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah
memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kita, sehingga saya berhasil
menyelesaikan Laporan Karya Ilmiah ini yang alhamdulillah bisa selesai tepat
pada waktunya.
Sebagai wujud respons terhadap perkembangan Ilmu dibidang Kesehatan yang dimaksud ialah
perkembangan dari suatu cacing yang dapat bisa menyembuhkan suatu penyakit.
Atas dasar pemikiran itu perlu dikembangkan dan
diberikan dasar-dasar statistik untuk menghitung beberapa rasio jika cacing itu
berfungsi sebagai obat alternatif dalam kesehatan
Karya tulis ini bersifat terbuka ini sebagai contoh
eksperimen seorang siswa/siswi jurusan IPA yang menjadi model pembelajaran ilmu
menjadi seorang Ilmuwan kelak dimasa depan
Akhir kata, saya sampaikan terima kasih kepada guru yang
memberikan ilmu, orang tuaku yang mensupport percobaan ini juga teman sahabat
dan yang tidak dapat disebutkan satu persatu Semoga Allah SWT senantiasa
membalas kebaikannya. Aamiin.
Daftar isi
Bab I.Pendahuluan
·
Latar Belakang ............. 1
·
Perumusan masalah..... 3
·
Pembahasan masalah.... 4
·
Manfaat dan tujuan....... 5
·
Waktu dan tempat penelitian 6
Bab II. Kajian Peristiwa
·
Materi..... 7
Bab III. Analisis Pembahasan
Kesimpulan 9
Saran 10
Latar Belakang
Cacing tanah adalah hewan yang pasti kita kenal.
Bagi Anda yang suka berkebun tentu tidak jarang bertemu dengan hewan yang satu
ini. Saat belajar biologi dulu kita mengenal bahwa Cacing tanah termasuk ke
dalam kingdom Animalia.
Manfaat cacing tanah bagi kesehatan memang masih
belum banyak diketahui dan beberapa orang masih sangat berpikir
mengkonsumsinya. Jika kita perhatikan informasi sebelumnya, diketahui bahwa
cacing tanah memiliki sistem kekebalan tubuh yang “canggih” dalam membunuh
bakteri tanpa merusak jaringan tubuhnya.
Selain itu Cacing tanah mengandung banyak sekali protein yang memiliki peran
penting dalam melakukan aktivitas biologis dalam tubuh. Berikut manfaat cacing
tanah yang baik untuk tubuh kita.
Penyembuhan tifus. Tifus di akibatkan dari pertumbuhan
bakteri salmonella dalam organ pencernaan kita. Dengan mengkonsumsi cacing
tanah ternyata mampu untuk menghambat pertumbuhan bakteri tersebut. Cara
mengkonsumsinya bisa di rebus dahulu lalu di buat bubuk cacing tanah yang
nantinya di minum bersama madu. Cara pengobatan tersebut di afirmasi oleh ahli
farmakologi.
Obat Diare. Diare adalah penyakit yang cukup lazim
di alami setiap orang. Cacing tanah sebagai salah satu obat tradisional bisa
menyembuhkan penyakit ini. Sifat cacing tanah menjadi antibakteri bagi bakteri
E.Coli dan shigella yang menjadi
penyebab diare.
Melancarkan Sirkulasi darah. Cacing tanah memiliki
enzim yang mampu untuk menghancurkan lemak jahat di system sirkulasi darah
kita. Sehingga system peredaran darah kita akan menjadi lebih lancar. Itulah
mengapa cacing tanah juga digunakan untuk mengobati penyakit tekanan darah
tinggi dan srtoke.
Melancarkan Pencernaan. Cacing tanah seperti
diketahui mengandung banyak protein yang membantu proses aktivitas biologis
tubuh. Kandungan enzim, seluosa, dan katalisator yang di butuhkan tubuh untuk
proses metabolism banyak terdapat di dalam tubuh cacing tanah. Oleh sebab itu
secara tidak langsung, cacing tanah mampu membantu melancarkan system
pencernaan.
Antipiretik. Ekstrak cacing tanah mengandung nitrogen
dengan sifat basa. Kandungan tersebut dapat membantu mengurangi demam tinggi
pada penyakit seperti tifus. Bahkan, riset IPB menunjukkan bahwa dengan
menggunakan cacing tanah lebih efektif untuk mengurangi demam daripada
menggunakan bahan kimia seperti parasetamol yang ada efek sampingnya.
Menenangkan syaraf. Pheretima yang terdapat dalam
cacing tanah mempengaruhi system saraf manusia. Efeknya, kita akan merasa
tenang, rasa sakit berkurang, dan
kejang-kejang bisa dihentikan. Sehingga, konsumsi cacing tanah cukup tepat saat
dalam kondisi sakit gigi, pusing, atau kondisi rematik yang mana kita merasa
sakit luar biasa di bagian tubuh tertentu.
Meningkatkan energy. Cacing tanah mengandung taurin
yang mampu meningkatkan proses metabolism lemak yang kemudian di ubah menjadi
ATP atau energy. Efek tersebut berlaku bagi siapa saja termasuk bagi wanita
yang sedang menjalani program diet.
Protein Cacing Tanah
cacing tanah Protein yang di miliki cacing tanah
berbeda dengan manusia dalam urusan fungsi perlindungan tubuh dari
mikrobakteria. System kekebalan tubuh kita sering disebut antibiotic namun pada
cacing tanah ini disebut antimikroba. Apa perbedaanya? Mekanisme antimikroba
cacing tanah mampu untuk membunuh mikroba tersebut tanpa merusak jaringan
tubuh.
Sistem kekebalan tubuh cacing tanah membuat
sitoplasma sel bakteri terkapar dengan kondisi luar dan mengganggu system
internal sel bakteri tersebut dan menyebabkan kematian bakteri dari dalam.
Sedangkan system kekebalan tubuh kita perlu merusak jaringan tubuh untuk
membunuh mikroorganisme bakteri tertentu. Oleh sebab itu jika di bandingkan,
sejatinya system kekebalan tubuh cacing tanah lebih “canggih” daripada
antibiotic yang ditemukan sampai sejauh in
Cacing tanah termasuk hewan yang tidak memiliki tulang belakang
atau biasa disebut invertebrate. Hidupnya dalam tanah yang gembur dan bersuhu
lembab. Cacing tanah selain mengandung banyak protein hingga 76% juga
mengandung nutrisi lainnya yang dibutuhkan tubuh seperti asam amino sebanyak
17%, karbohidrat 45%, serta kandungan lemak dan abu yang hanya 1,5%.
Perumusan
Masalah
Dari
masalah diatas maka penulis menuliskan rumusan
masalah sebagai berikut :
1.
Penyakit
apa saja yang dapat disembuhkan oleh cacing
tanah ?
2.
Apa
saja kandungan Protein cacing tanah ?
3.
Apa
manfaat cacing tanah bagi kesehatan ?
4.
Bagaimana sistem
kekebalan tubuh pengolahannya ?
5.
Apa
saja kandungan Nutrisi dari cacing tanah?
Metode Penulisan
Adapun metode yang
penulis gunakan dalam
menyelesaikan penulisan Karya
Tulis ini adalah
metode studi pustaka
atau review book.
Manfaat Penulisan
Adapun manfaat dari penulisan
Karya Tulis ini
baik bagi penulis maupun
pembaca adalah untuk
menambah pengetahuan dan
pengalaman dalam bidang kesehatan
baik dalam proses
pencegahan maupun penyembuhan
penyakit agar dapat
meningkatkan kualitas hidup
sehat.
Hipotesis
Cacing memang berbahaya bagi kesehatan manusia, khususnya jenis
cacing parasit, sebagia contoh cacing pita, cacing gelang, cacing perut dan
lain sebagainya. Tapi ada juga cacing yang sangat berguna bagi kita dan
lingkungan, yaitu cacing tanah, cacing merah, cacing laut. Cacing tanah di
samping sebagai penyubur tanah, pakan ikan dapat juga digunakan sebagai obat
bagi manusia.
Manfaat
dan Tujuan
Adapun manfaat dari
penulisan Karya Tulis ini baik bagi
penulis maupun pembaca adalah untuk
menambah pengetahuan dan pengalaman dalam bidang
kesehatan baik dalam proses pencegahan
maupun penyembuhan penyakit agar dapat
meningkatkan kualitas hidup sehat.
tujuan
yang ingin dicapai melalui penulisan Karya
Tulis ini yaitu ; mengetahui penyakit
yang dapat disembuhkan cacing tanah, mengetahui
kandungan nutrisi dari cacing tanah, menjelaskan jenis
– jenis cacing tanah untuk pengobatan, menjelaskan cara
pengolahan cacing tanah untuk pengobatan dan mengetahui
daerah yang telah mengkonsumsi cacing tanah untuk
pengobatan.
Waktu
& Tempat Penelitian
Waktu:
Selasa 29 Maret 2016
Tempat
Penelitian:Di samping Gedung Baru ,SMAN 102 Jakarta Timur
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
Manfaat Lumbricus
Rubellus
Daging cacing
tanah merupakan salah
satu sebagai alternative
pengobatan bagi kehidupan manusia.
Banyak khasiat daging cacing
tanah bagi kesehatan manusia.
Lumbricus Rubellus dapat
menjadi obat yang manjur
untuk menyembuhkan berbagai
penyakit. Diantaranya ialah penyakit
tekanan darah rendah dan tekanan darah
tinggi, kencing manis, tipus, rematik, disentri, maag, muntaber, asma
dan penyakit kronis lainnya.
Hasil
– hasil penelitian pun telah menguak multi manfaat
cacing tanah. Hewan ini
mengandung berbagai enzim penghasil
antibiotic dan asam
arhidonat yang berkhasiat
menurunkan demam. Sejak
tahun 1990 di Amerika
Serikat cacing ini
dimanfaatkan sebagai penghambat
pertumbuhdan kanker. Di Jepang
dan Australia, cacing tanah
dijadikan sebagai bahan baku
kosmetika. Penelitian
laboratorium mikrobiologi fakultas
Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Unpad Bandung tahun 1996
menunjukkan bahwa ekstra
cacing rubellus mampu
menghambat pertumbuhan bakteri
pathogen penyakit tipus
dan diare.
Cacing rubellus
memiliki beberapa kandungan
yang bermanfaat bagi manusia jika
dimakan, penyembuhan dengan memanfaatkan
daging cacing dilakukan
pada saat kita
sehat. Penyembuhan itu harus melalui
proses jauh sebelum
sakit tiba, mereka
yang sering menderita tipes, demam, batuk flu, dll. Perlu
banyak mengkonsumsi cacing agar
memiliki ketahanan.
Memang tak
ada informasi yang jelas, kapan
cacing dianggap berkhasiat. Tapi, Lumbricus
rubellus punya manfaat
medis. Sudah diteliti para ilmuwan Amerika. Dari sanalah
ditemukan bahwa lumbricus
punya kemampuan mengubah Omega – 6
menjadi Omega – 3. Omega 3 ini dapat
mencegah terjadinya pengerasan pembuluh darah yang diakibatkan oleh
lemak. Dalam penelitian itu juga dilakukan percobaan dengan mengisolasi bahan kimia
yang ada pada tubuh lumbricus
rubellus. Kemudian menumbuhkannya
ke sel tubuh
manusia. Ternyata bahan
kimia itu dapat mengurangi
gangguan di pembuluh arteri
yang dapat mengakibatkan serangan
jantung.
2.2 Kandungan
Nutrisi Lumbricus Rubellus
Daging Lumbricus
Rubellus memiliki beberapa kandungan
nutrisi, diantaranya
mengandung kadar protein
sangat tinggi, yaitu sekitar 76 %. Kadar ini
lebih tinggi dibandingkan dengan
daging mamalia (65’1) atau
Ikan (50’1). Begitu juga
dengan asam – asam amino
esensialnya. Selain itu bahan
tersebut diketahui pula
mengandung alfa tokoferol
atau vitamin f
yang berfungsi sebagai
anti oksidan.
Selain itu
mnurut Laverach (1963) kandungann
nutrisi daging lumbricus
rubellus terdiri dari
16 % protein, 17 % karbohidrat, 45 % lemak dan
abu 1,5 %. Sedangkan
kadar bahan keringnya
16,38 %, kandungan protein 53,5%
– 71,5 % dimiliki lumbrecus
terrestris dengan kadar
bahan antara 15 – 20 %. Hewan – hewan
ini juga mengandung
protein asam amino berkadar
tinggi yang sangat diperlukan
untuk kekebalan tubuh
melawan berbagai macam penyakit.
Cara Pengolahan Cacing Tanah
Ada beberapa
cara / proses
dalam mengolah daging
lumbricus rubellus, diantaranya
; proses pengolahan
kapsul cacing tanah dilakukan dengan
system higroscopy. Yaitu kandungan
air cacingt tanah
diserap dengan menggunakan
kain kasa. Selain itu
ada juga cara
pengolahan cacing tanah tersebut,
caranya ialah sebagai berikut ;
1. Cari
cacing tanah merah
yang bentuknya kecil – kecil, (cacing kruntel yang biasa
digunakan untuk umpan memancing
ikan) dan bukan cacing
yang hitam dan besar.
2. Bersihkan dan pastikan sudah tidak ada unsur
tanah atau kotoran
lain, sekedar untuk menjaga
higienisnya saja.
3. Tuangkan
air kira – kira 3
gelas untuk ukuran diminum
3 X sehari.
4. Masukkan
cacing dan rebus
hingga mendidih.`
5. Saring
dan ambil airnya saja.
6. Dinginkan
sebentar atau minumkan
hangat – hangat.
Daerah
Yang Mengkonsumsi Cacing
Tanah Untuk Pengobatan
Obat
– obatan yang menggunakan jenis organisme
cacing tanah ini
atau lumbricus rubellus
telah menjadi pasaran
di berbagai daerah seperti
di Cina, Indonesia, Jepang dan negara –
negara lainnya. Obat yang berbahan
baku cacing yang
resepnya dari cina, selain
itu Negara Amerika
pun telah meneliti
daging lumbricus rubellus
untuk digunakan sebagai kapsul
cacing tanah.
Di
Indonesiapun telah mendulang uang dan
bisnis cacing. Contohnya Aep Saefudin yang tertarik
menggeluti usaha obat dari
cacing dirumahnya di
daerah Kopo, Bandung.
Di Denpasar pun telah menggunakan
cacing tanah sebagai
obat alternative penyakit
tipus.
BAB
III:
ANALISA
PEMBAHASAN
Kesimpulan
1. Penyakit yang dapat disembuhkan oleh cacing
tanah adalah penyakit tekanan darah tinggi dan tekanan darah rendah, kencing
manis, thypus, disentri, maag, rematik, muntaber, asam dan penyakit kronis
lainnya.
2. Cacing tanah memiliki kandungan nutrisi
diantaranya adalah mengandung kadar protein yang sangat tinggi yaitu, sekitar
76% protein asam amino berkadar tinggi, 17% karbohidrat, 45% lemak, dan abu
1,5%
3. Cara pengolahan cacing tanah diantaranya
adalah dengan cara sangan atau menggoreng tanpa minyak dan menggunakan rebusan
air cacing.
Descriptive Statistics
|
|||||||||
N
|
Range
|
Minimum
|
Maximum
|
Sum
|
Mean
|
Std. Deviation
|
Variance
|
||
Statistic
|
Statistic
|
Statistic
|
Statistic
|
Statistic
|
Statistic
|
Std. Error
|
Statistic
|
Statistic
|
|
panjangavendixbawahcacing
|
7
|
91.00
|
5.00
|
96.00
|
157.00
|
22.4286
|
12.37674
|
32.74577
|
1.072E3
|
lebaravendiksbawahcacing
|
7
|
6.00
|
3.00
|
9.00
|
41.00
|
5.8571
|
.79966
|
2.11570
|
4.476
|
Valid N (listwise)
|
7
|
||||||||
Statistics
|
|||
lebaravendiksbawahcacing
|
panjangavendixbawahcacing
|
||
N
|
Valid
|
7
|
7
|
Missing
|
0
|
0
|
|
lebaravendiksbawahcacing
|
|||||
Frequency
|
Percent
|
Valid Percent
|
Cumulative Percent
|
||
Valid
|
3
|
1
|
14.3
|
14.3
|
14.3
|
4
|
1
|
14.3
|
14.3
|
28.6
|
|
5
|
1
|
14.3
|
14.3
|
42.9
|
|
6
|
2
|
28.6
|
28.6
|
71.4
|
|
8
|
1
|
14.3
|
14.3
|
85.7
|
|
9
|
1
|
14.3
|
14.3
|
100.0
|
|
Total
|
7
|
100.0
|
100.0
|
||
Saran
Kegunaan
cacing tanah antara lain digunakan di bidang pertanian, pakan ternak, obat,
kosmetik dan masih banyak lagi, sehingga bisa menjadikan peluang untuk sebuah usaha yang mempunyai prospek yang
cukup menjanjikan. Di bidang Pertanian, masih ada peluang dikarenakan pemakaian
pupuk pabrik digunakan secara terus menerus dan tidak terkontrol pemakaiannya
dapat merusak kesuburan tanah. Disinilah fungsi cacing tanah diperlukan, baik
berbentuk pupuk atau disebar hidup.
Dibidang
pakan ternak, juga masih menjanjikan. Cacing tanah ternyata bisa menjadi salah
satu bahan pembuatan makanan ternak seperti pada ternak itik, lele, burung dll.
3.3
Daftar Pustaka
• http://oryza-sativa135rsh.blogspot.com/2011/07/kegiatan-vermikomposting.html
• Anas, S. 1990. Metoda Penelitian Cacing
Tanah dan Nematoda. Depdikbud.Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Pusat Antar
Universitas Bioteknologi.IPB.Bogor.
• Barus, T.A. 2002. Pengantar Limnologi.
Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi. Medan.
• Brown, L.E.1978. Ecology of Soil
Organisms.Heinemann Educational Books LTD.London.
• Dahelmi.1984. Cacing tanah pada tanah
timbunan sampah Kota Madya Padang.tesis Universitas Andalas(Tidak
Dipublikasikan). Padang
• Darmi.2003. Bahan Ajar Biologi Tanah.
Universitas Bengkulu.Bengkulu.
• Edwards, A.C dan Lofty, R.1972.Biology
of Earthworms. Champman and Hall LTD. London.
• Lingga, P.2002.Petunjuk P enggunaan
Pupuk .Penebar Swadaya .Jakarta.
• Nurachman, Z..2002.Profil Cacing Tanah
dalam Agroekosistem.Google http:www.rudyct. x.com/sem 1012/Neneng Nurida.htm.
• Palungkun,R.1999.Sukses Berternak Cacing
Tanah Lumbricus rubellus.Penebar Swadaya.Jakarta.
• Rukmana, R. 1999.Budi Daya Cacing
Tanah.Kanisius.Jakarta.
• Saputra , I.2002.Komposisi Aracnida
Permukaan Tanah Di Perkebunan Kelapa Sawit PT Bio Nusantara Teknologi.Skripsi
UNIB (Tidak Dipublikasikan).Bengkulu.
• Soenanto, H.2000.Budi Daya Cacing Tanah
Lumbricus rubellus.CV Aneka . Solo.
• Stephenson,J.1923.The Fauna of British
India Including Ceylon and Burma (Oligochaeta)Taylor.London.
• Suin, N.M. 1997.Ekologi Hewan Tanah.Bumi
Aksara ITB. Bandung.
• Suripin.2002.Pelestarian Sumber Daya
Tanah dan Air. Andi.Yogyakarta.
Komentar
Posting Komentar